Langsung ke konten utama

Postingan

PURNAMA DI UJUNG KASIH

            Malam ini lagi-lagi ditemani desiran ombak laut, kamu menggenggam tanganku. Sorotan matamu menelusuk jauh mengelilingi kornea mata. Aku kaku. Salah tingkah dengan perlakuanmu. Berkali-kali hal ini kamu lakukan, tapi kenapa aku masih saja deg-degan. Mungkin begini rasanya diistimewakan oleh seorang kamu. Mahasiswa rantau yang rela manjatuhkan cintanya padaku.             “ Wes poó ndelok e ” (Udahan dong liatnya). Kataku kemudian sambil berusaha melepas genggaman tanganmu yang masih hangat. Seakan tak terusik kamu masih saja menatapku.             “ Lapo seh? Ndelok pacare dewe kok gak oleh ” (Kenapa sih? Lihat pacarnya sendiri kok gak boleh).” Kamu menjawab sambil melepas pandangan itu. Beralih menatap purnama yang sedari tadi menjadi orang ketiga diantara kita.        ...

SEPERTI KITA SAYANG

Ternyata, Tuhan itu memang luar biasa Menjadikan definisi bahagia menjadi sangat sederhana Seperti kita, Sayang Kamu tau kenapa? Lihatlah! Apa-apa yang tidak terduga, dijadikan nya maha karya istimewa Seperti kita, Sayang Dua hal ganjil yang ahirnya saling menggenapkan Dua jiwa yang berbeda tapi kini selalu ingin bersama Dua hati yang sempat putus asa, tapi kini bertukar rasa Tuhan memang luar biasa Hujan waktu itu, digantinya dengan pelangi serba lucu Langit gelap mengangkasa, digantinya dengan purnama warna indah Iya, itu semua Tuhan wujudkan dalam bentuk kamu sayang Kamu pelangiku, Kamu purnamaku Aku heran, kenapa kamu yang Tuhan kirimi Padahal, kita hanya seperti ruang kosong yang tidak akan saling mengisi Lucunya, sekarang kita bisa saling memuja Disaat kita tau masing-masing dari kita tidak sempurna Aku tidak ingin menyimpulkan apa-apa Soal alasan Tuhan mempercayaimu menemukanku Tapi yang pasti aku yakini Kamu adalah orang yang aku cin...

IKHLAS ITU APA?

Suara motor lalu lalang terdengar samar dari atas sini Suara kipas angin berebut meramaikan pagi hari Suara hati? Entahlah. Sudah beberapa hari hati seperti dibungkam Ia tak mendapat hak nya untuk menyuarakan perasaan Ada yang sedang ia tahan Gejolak amarah, kecewa, luka, berbentur membentuk lebam Kasihan sekali hatiku Dipukul hancur oleh keadaan Dipaksa mundur oleh keegoisan Suara hati? Entahlah. Beberapa hari yang lalu, ia berdalih sudah mengikhlaskan Tapi pagi ini, hari ini Mengapa masih saja berkutat dengan kenangan-kenangan? Mengapa masih saja enggan beranjak dari harapan-harapan? Suara hati? Entahlah. Definisi ikhlas seperti apa yang ia maksudkan, Ketika masih saja 'orang itu' yang ia ingat dikedip terakhirnya sebelum tidur Definisi ikhlas seperti apa yang ia maksudkan, Ketika masih saja 'orang itu' yang ia gemakan dilangit kamar kosan sempit Definisi ikhlas seperti apa? Suara hari? Entahlah. Aku prihatin kepada hatiku Aku prihatin Ia ta...

SUDAH BAHAGIAKAH KAMU?

SUDAH BAHAGIAKAH KAMU? Lihat saja Awan sudah bersedia menghitam Angin sudah daritadi meniupnya datang Langit juga sedari tadi sudah meraung menakuti Tinggal hujan yang sebentar lagi akan ikut unjuk gigi Mendukung sekali suasana seperti ini Bahkan irama hati Berdegup sejalan tak pasti Tinggal air mata Yang sebentar lagi akan ikut turun terbawa Sayang Kau tau kan penyebab ini semua? Penyebab kekacauan suasana hari ini Kamu pasti tau sayang Karena kamu hebat Pisau yg semalam kamu gunakan Masih berlumuran darah segar Dan luka yg kau buat itu Masih menganga tak terjahit Sayang Lihat luka ini Indah katamu Indah bagai ukiran seharga ratusan juta Lihat luka ini Kamu bunuh hati ku sayang Kamu iris sadis Kamu bilang Biar saja aku begini Katamu aku memang harus dibunuh Ku tanya Agar apa sayang Katamu lagi, agar aku bisa bahagia dengan kehidupanku yang baru Sekarang hujan sudah jatuh Airmata sudah menetes Aku sudah mati Sekarang aku tanya Sudah bahagiaka...

CORETAN PERTAMA

Kelu, kaku Peluh menetes  Degub jantung semakin menjadi-jadi Iramanya tak karuan Apa ini? Tak biasanya aku begini Oh aku tahu apa yang sedang terjadi Aku sedang dilanda rindu Rindu dengan kebiasaan ini Menggenggam pena Menatap kertas Menumpahkan semua yang ada di kepala dalam wujud tulisan Aku rindu. Ya.. teramat rindu Karena tanpa sadar Sudah bertahun-tahun kutinggalakan coretanku Kutinggalkan bahagia ku Bukankah itu amat menyesakkan? Tapi kini, aku ingin kembali Berkelut dengan rentetan huruf yang mengambang di kertas Mengeja setiap jeritan hati agar tersampaikan Mengadu dengan sang pena agar luka di dada tertuangkan Kini aku benar-benar kembali Ku datangi benar-benar bahagia ku Ku datangi benar-benar teman terhebatku Kini aku kembali Melalui coretan pertama ini Ku mulai babak baru dalam hidup Yang telah lama tertutup Selamat datang kembali, Ay ! name : Ay