Langsung ke konten utama

CORETAN PERTAMA


Kelu, kaku
Peluh menetes 
Degub jantung semakin menjadi-jadi
Iramanya tak karuan
Apa ini?
Tak biasanya aku begini
Oh aku tahu apa yang sedang terjadi
Aku sedang dilanda rindu
Rindu dengan kebiasaan ini
Menggenggam pena
Menatap kertas
Menumpahkan semua yang ada di kepala dalam wujud tulisan
Aku rindu. Ya.. teramat rindu
Karena tanpa sadar
Sudah bertahun-tahun kutinggalakan coretanku
Kutinggalkan bahagia ku
Bukankah itu amat menyesakkan?
Tapi kini, aku ingin kembali
Berkelut dengan rentetan huruf yang mengambang di kertas
Mengeja setiap jeritan hati agar tersampaikan
Mengadu dengan sang pena agar luka di dada tertuangkan
Kini aku benar-benar kembali
Ku datangi benar-benar bahagia ku
Ku datangi benar-benar teman terhebatku
Kini aku kembali
Melalui coretan pertama ini
Ku mulai babak baru dalam hidup
Yang telah lama tertutup
Selamat datang kembali, Ay !

name : Ay

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembuh Untuk Sakit

  "Aku ada salah ya?" "Kenapa diam?" "Aku buat salah apa, ndre?" "Andre!" …. Alarm jam handphone ku berbunyi. Jam digital yang tampak itu menunjukkan pukul lima tepat. Mataku yang masih terasa berat kupaksa terbuka agar tak lagi menyambangi dunia mimpi yang sebenarnya tidak terlalu indah-sama sekali tidak indah-. Dengan menarik napas agak panjang dan melepaskannya pelan-pelan, doa pagi kupanjatkan demi mengharap kebaikan untuk satu hari lagi yang bahkan sebelum dimulai sudah terasa panjang. "Tuhan, satu hari lagi. Bantu hamba. Mudahkan, lancarkan, segalanya. Kuatkan dari sisi manapun. Tidak ada air mata. Tidak ada kecewa." Berbekal doa itu, tubuhku sedikit terasa lebih tenang. Aku bergegas menuju kamar mandi. Menyeka sedikit demi sedikit tubuh yang terasa semakin ringkih. Bukan. Bukan karena dimakan usia. Bukan pertanda aku sudah tua. Tapi tubuh ini, sudah terlalu lemah menopang segala sesak perjalanan setiap harinya.  Empat puluh lima ...

IKHLAS ITU APA?

Suara motor lalu lalang terdengar samar dari atas sini Suara kipas angin berebut meramaikan pagi hari Suara hati? Entahlah. Sudah beberapa hari hati seperti dibungkam Ia tak mendapat hak nya untuk menyuarakan perasaan Ada yang sedang ia tahan Gejolak amarah, kecewa, luka, berbentur membentuk lebam Kasihan sekali hatiku Dipukul hancur oleh keadaan Dipaksa mundur oleh keegoisan Suara hati? Entahlah. Beberapa hari yang lalu, ia berdalih sudah mengikhlaskan Tapi pagi ini, hari ini Mengapa masih saja berkutat dengan kenangan-kenangan? Mengapa masih saja enggan beranjak dari harapan-harapan? Suara hati? Entahlah. Definisi ikhlas seperti apa yang ia maksudkan, Ketika masih saja 'orang itu' yang ia ingat dikedip terakhirnya sebelum tidur Definisi ikhlas seperti apa yang ia maksudkan, Ketika masih saja 'orang itu' yang ia gemakan dilangit kamar kosan sempit Definisi ikhlas seperti apa? Suara hari? Entahlah. Aku prihatin kepada hatiku Aku prihatin Ia ta...

PURNAMA DI UJUNG KASIH #2

              Apa yang paling melegakan selain bahwa kita tahu ada seseorang yang mencintai kita dengan sangat baik? Apa yang paling menyenangkan selain bahwa kita sadar cintanya seperti tetesan hujan yang akan datang lagi dan lagi. Tak peduli badai yang menyertai, kilat yang menghantui, tapi dia tetap bertahan demi kita. Apa yang lebih membahagiakan?             Di sudut ruang kelas di salah satu universitas, aku memandangi nya sambil memegangi gadget ku yang masih terpasang charger. Dia sibuk memainkan gadgetnya, entah apa yang sedang menarik perhatiannya. Hiruk suara satu dua teman yang sedang membicarakan entah apa terdengar. Mungkin sedang membahas persiapan diesnatalis organisasi atau cerita semalam saat ngopi di cafĂ©. Dua tiga teman yang lain terlihat baru masuk kelas, wajahnya masih kusut. Kentara sekali mereka baru bangun tidur. Padahal kuliah kali ini pukul 4 so...