Langsung ke konten utama

SUDAH BAHAGIAKAH KAMU?

SUDAH BAHAGIAKAH KAMU?

Lihat saja
Awan sudah bersedia menghitam
Angin sudah daritadi meniupnya datang
Langit juga sedari tadi sudah meraung menakuti
Tinggal hujan
yang sebentar lagi akan ikut unjuk gigi

Mendukung sekali suasana seperti ini
Bahkan irama hati
Berdegup sejalan tak pasti
Tinggal air mata
Yang sebentar lagi akan ikut turun terbawa

Sayang
Kau tau kan penyebab ini semua?
Penyebab kekacauan suasana hari ini
Kamu pasti tau sayang
Karena kamu hebat
Pisau yg semalam kamu gunakan
Masih berlumuran darah segar
Dan luka yg kau buat itu
Masih menganga tak terjahit

Sayang
Lihat luka ini
Indah katamu
Indah bagai ukiran seharga ratusan juta
Lihat luka ini
Kamu bunuh hati ku sayang
Kamu iris sadis
Kamu bilang
Biar saja aku begini
Katamu aku memang harus dibunuh
Ku tanya
Agar apa sayang
Katamu lagi, agar aku bisa bahagia dengan kehidupanku yang baru

Sekarang hujan sudah jatuh
Airmata sudah menetes
Aku sudah mati
Sekarang aku tanya
Sudah bahagiakah kamu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembuh Untuk Sakit

  "Aku ada salah ya?" "Kenapa diam?" "Aku buat salah apa, ndre?" "Andre!" …. Alarm jam handphone ku berbunyi. Jam digital yang tampak itu menunjukkan pukul lima tepat. Mataku yang masih terasa berat kupaksa terbuka agar tak lagi menyambangi dunia mimpi yang sebenarnya tidak terlalu indah-sama sekali tidak indah-. Dengan menarik napas agak panjang dan melepaskannya pelan-pelan, doa pagi kupanjatkan demi mengharap kebaikan untuk satu hari lagi yang bahkan sebelum dimulai sudah terasa panjang. "Tuhan, satu hari lagi. Bantu hamba. Mudahkan, lancarkan, segalanya. Kuatkan dari sisi manapun. Tidak ada air mata. Tidak ada kecewa." Berbekal doa itu, tubuhku sedikit terasa lebih tenang. Aku bergegas menuju kamar mandi. Menyeka sedikit demi sedikit tubuh yang terasa semakin ringkih. Bukan. Bukan karena dimakan usia. Bukan pertanda aku sudah tua. Tapi tubuh ini, sudah terlalu lemah menopang segala sesak perjalanan setiap harinya.  Empat puluh lima ...

IKHLAS ITU APA?

Suara motor lalu lalang terdengar samar dari atas sini Suara kipas angin berebut meramaikan pagi hari Suara hati? Entahlah. Sudah beberapa hari hati seperti dibungkam Ia tak mendapat hak nya untuk menyuarakan perasaan Ada yang sedang ia tahan Gejolak amarah, kecewa, luka, berbentur membentuk lebam Kasihan sekali hatiku Dipukul hancur oleh keadaan Dipaksa mundur oleh keegoisan Suara hati? Entahlah. Beberapa hari yang lalu, ia berdalih sudah mengikhlaskan Tapi pagi ini, hari ini Mengapa masih saja berkutat dengan kenangan-kenangan? Mengapa masih saja enggan beranjak dari harapan-harapan? Suara hati? Entahlah. Definisi ikhlas seperti apa yang ia maksudkan, Ketika masih saja 'orang itu' yang ia ingat dikedip terakhirnya sebelum tidur Definisi ikhlas seperti apa yang ia maksudkan, Ketika masih saja 'orang itu' yang ia gemakan dilangit kamar kosan sempit Definisi ikhlas seperti apa? Suara hari? Entahlah. Aku prihatin kepada hatiku Aku prihatin Ia ta...

PURNAMA DI UJUNG KASIH #2

              Apa yang paling melegakan selain bahwa kita tahu ada seseorang yang mencintai kita dengan sangat baik? Apa yang paling menyenangkan selain bahwa kita sadar cintanya seperti tetesan hujan yang akan datang lagi dan lagi. Tak peduli badai yang menyertai, kilat yang menghantui, tapi dia tetap bertahan demi kita. Apa yang lebih membahagiakan?             Di sudut ruang kelas di salah satu universitas, aku memandangi nya sambil memegangi gadget ku yang masih terpasang charger. Dia sibuk memainkan gadgetnya, entah apa yang sedang menarik perhatiannya. Hiruk suara satu dua teman yang sedang membicarakan entah apa terdengar. Mungkin sedang membahas persiapan diesnatalis organisasi atau cerita semalam saat ngopi di cafĂ©. Dua tiga teman yang lain terlihat baru masuk kelas, wajahnya masih kusut. Kentara sekali mereka baru bangun tidur. Padahal kuliah kali ini pukul 4 so...