Langsung ke konten utama

Postingan

PURNAMA DI UJUNG KASIH #2

              Apa yang paling melegakan selain bahwa kita tahu ada seseorang yang mencintai kita dengan sangat baik? Apa yang paling menyenangkan selain bahwa kita sadar cintanya seperti tetesan hujan yang akan datang lagi dan lagi. Tak peduli badai yang menyertai, kilat yang menghantui, tapi dia tetap bertahan demi kita. Apa yang lebih membahagiakan?             Di sudut ruang kelas di salah satu universitas, aku memandangi nya sambil memegangi gadget ku yang masih terpasang charger. Dia sibuk memainkan gadgetnya, entah apa yang sedang menarik perhatiannya. Hiruk suara satu dua teman yang sedang membicarakan entah apa terdengar. Mungkin sedang membahas persiapan diesnatalis organisasi atau cerita semalam saat ngopi di café. Dua tiga teman yang lain terlihat baru masuk kelas, wajahnya masih kusut. Kentara sekali mereka baru bangun tidur. Padahal kuliah kali ini pukul 4 so...

BERISTIRAHATLAH HATI

Malam menjadi semakin kelam kala dipaksa berkelana menyusuri kenangan Ingatan tentang fananya cerita dongengmu menyeruak masuk memenuhi angan-angan Padahal sudah ku ingatkan. Istirahatlah Apa gunanya kembali meratapi jalanan yang pernah kalian lewati Atau restoran favorite yang kini sudah tau kau kunjungi Padahal sudah ku ingatkan. Istirahatlah Tidak apa harapanmu yang lalu sudah menjadi semu Tidak apa untuk terlihat menyedihkan waktu lalu Tapi mau sampai kapan hatimu kau paksa mencintai ketiadaan Mau sampai kapan hatimu kau biarkan membusuk karena dengan sengaja ditusuk Padahal sudah ku ingatkan. Istirahatlah Jangan untuk sementara, jangan sebentar saja Tidak perlu mengulang-ulang menggulung kasih yang itu-itu saja Hancurkan kenanganmu hancurkan ingatanmu Tapi jangan hatimu Istirahat ya. Sudah cukup Jangan untuk sementara, jangan sebentar saja Jika perlu, selamanya Karena yang dibutuhkan hatimu adalah Waktu istirahat yang benar-benar mengistirahat...

PURNAMA DI UJUNG KASIH

            Malam ini lagi-lagi ditemani desiran ombak laut, kamu menggenggam tanganku. Sorotan matamu menelusuk jauh mengelilingi kornea mata. Aku kaku. Salah tingkah dengan perlakuanmu. Berkali-kali hal ini kamu lakukan, tapi kenapa aku masih saja deg-degan. Mungkin begini rasanya diistimewakan oleh seorang kamu. Mahasiswa rantau yang rela manjatuhkan cintanya padaku.             “ Wes poó ndelok e ” (Udahan dong liatnya). Kataku kemudian sambil berusaha melepas genggaman tanganmu yang masih hangat. Seakan tak terusik kamu masih saja menatapku.             “ Lapo seh? Ndelok pacare dewe kok gak oleh ” (Kenapa sih? Lihat pacarnya sendiri kok gak boleh).” Kamu menjawab sambil melepas pandangan itu. Beralih menatap purnama yang sedari tadi menjadi orang ketiga diantara kita.        ...

SEPERTI KITA SAYANG

Ternyata, Tuhan itu memang luar biasa Menjadikan definisi bahagia menjadi sangat sederhana Seperti kita, Sayang Kamu tau kenapa? Lihatlah! Apa-apa yang tidak terduga, dijadikan nya maha karya istimewa Seperti kita, Sayang Dua hal ganjil yang ahirnya saling menggenapkan Dua jiwa yang berbeda tapi kini selalu ingin bersama Dua hati yang sempat putus asa, tapi kini bertukar rasa Tuhan memang luar biasa Hujan waktu itu, digantinya dengan pelangi serba lucu Langit gelap mengangkasa, digantinya dengan purnama warna indah Iya, itu semua Tuhan wujudkan dalam bentuk kamu sayang Kamu pelangiku, Kamu purnamaku Aku heran, kenapa kamu yang Tuhan kirimi Padahal, kita hanya seperti ruang kosong yang tidak akan saling mengisi Lucunya, sekarang kita bisa saling memuja Disaat kita tau masing-masing dari kita tidak sempurna Aku tidak ingin menyimpulkan apa-apa Soal alasan Tuhan mempercayaimu menemukanku Tapi yang pasti aku yakini Kamu adalah orang yang aku cin...