Langsung ke konten utama

Sepi

Ada malam yang terasa panjang untuk dia yang menahan amarah di ujung dada

Berusaha tidak dijamah agar tetap anggun namun kacau hampir membuatnya gila

Tidak terdengar belum tentu tidak bersuara

Tidak berisik belum tentu tidak gemerisik

Kalau ditanya siapa yang paling pandai menyembunyikan? Jawabannya tentu aku

Tersembunyi, bersembunyi, hingga menjadi busuk menusuk rusuk

Sadar betul aku merugi jika terus-terusan begini

Tapi sadar saja tidak cukup

Predikat bodoh sudah menjadi nama tengah untukku yang tak bisa menyelarasakan hati dan pikir

Rasa-rasanya tidak ada yang ingin menjadi aku

Rasa-rasanya sekali dua menjadi tiada lebih bahagia

Lihat! Baru saja aku menunjukkan sisi bodohku

Lemah

Tidak

Sepi

Itu aku

Sepi di dalam kebodohanmu

Membudak di dalam pikiranmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembuh Untuk Sakit

  "Aku ada salah ya?" "Kenapa diam?" "Aku buat salah apa, ndre?" "Andre!" …. Alarm jam handphone ku berbunyi. Jam digital yang tampak itu menunjukkan pukul lima tepat. Mataku yang masih terasa berat kupaksa terbuka agar tak lagi menyambangi dunia mimpi yang sebenarnya tidak terlalu indah-sama sekali tidak indah-. Dengan menarik napas agak panjang dan melepaskannya pelan-pelan, doa pagi kupanjatkan demi mengharap kebaikan untuk satu hari lagi yang bahkan sebelum dimulai sudah terasa panjang. "Tuhan, satu hari lagi. Bantu hamba. Mudahkan, lancarkan, segalanya. Kuatkan dari sisi manapun. Tidak ada air mata. Tidak ada kecewa." Berbekal doa itu, tubuhku sedikit terasa lebih tenang. Aku bergegas menuju kamar mandi. Menyeka sedikit demi sedikit tubuh yang terasa semakin ringkih. Bukan. Bukan karena dimakan usia. Bukan pertanda aku sudah tua. Tapi tubuh ini, sudah terlalu lemah menopang segala sesak perjalanan setiap harinya.  Empat puluh lima ...

IKHLAS ITU APA?

Suara motor lalu lalang terdengar samar dari atas sini Suara kipas angin berebut meramaikan pagi hari Suara hati? Entahlah. Sudah beberapa hari hati seperti dibungkam Ia tak mendapat hak nya untuk menyuarakan perasaan Ada yang sedang ia tahan Gejolak amarah, kecewa, luka, berbentur membentuk lebam Kasihan sekali hatiku Dipukul hancur oleh keadaan Dipaksa mundur oleh keegoisan Suara hati? Entahlah. Beberapa hari yang lalu, ia berdalih sudah mengikhlaskan Tapi pagi ini, hari ini Mengapa masih saja berkutat dengan kenangan-kenangan? Mengapa masih saja enggan beranjak dari harapan-harapan? Suara hati? Entahlah. Definisi ikhlas seperti apa yang ia maksudkan, Ketika masih saja 'orang itu' yang ia ingat dikedip terakhirnya sebelum tidur Definisi ikhlas seperti apa yang ia maksudkan, Ketika masih saja 'orang itu' yang ia gemakan dilangit kamar kosan sempit Definisi ikhlas seperti apa? Suara hari? Entahlah. Aku prihatin kepada hatiku Aku prihatin Ia ta...

PURNAMA DI UJUNG KASIH #2

              Apa yang paling melegakan selain bahwa kita tahu ada seseorang yang mencintai kita dengan sangat baik? Apa yang paling menyenangkan selain bahwa kita sadar cintanya seperti tetesan hujan yang akan datang lagi dan lagi. Tak peduli badai yang menyertai, kilat yang menghantui, tapi dia tetap bertahan demi kita. Apa yang lebih membahagiakan?             Di sudut ruang kelas di salah satu universitas, aku memandangi nya sambil memegangi gadget ku yang masih terpasang charger. Dia sibuk memainkan gadgetnya, entah apa yang sedang menarik perhatiannya. Hiruk suara satu dua teman yang sedang membicarakan entah apa terdengar. Mungkin sedang membahas persiapan diesnatalis organisasi atau cerita semalam saat ngopi di cafĂ©. Dua tiga teman yang lain terlihat baru masuk kelas, wajahnya masih kusut. Kentara sekali mereka baru bangun tidur. Padahal kuliah kali ini pukul 4 so...