Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

PURNAMA DI UJUNG KASIH

            Malam ini lagi-lagi ditemani desiran ombak laut, kamu menggenggam tanganku. Sorotan matamu menelusuk jauh mengelilingi kornea mata. Aku kaku. Salah tingkah dengan perlakuanmu. Berkali-kali hal ini kamu lakukan, tapi kenapa aku masih saja deg-degan. Mungkin begini rasanya diistimewakan oleh seorang kamu. Mahasiswa rantau yang rela manjatuhkan cintanya padaku.             “ Wes poó ndelok e ” (Udahan dong liatnya). Kataku kemudian sambil berusaha melepas genggaman tanganmu yang masih hangat. Seakan tak terusik kamu masih saja menatapku.             “ Lapo seh? Ndelok pacare dewe kok gak oleh ” (Kenapa sih? Lihat pacarnya sendiri kok gak boleh).” Kamu menjawab sambil melepas pandangan itu. Beralih menatap purnama yang sedari tadi menjadi orang ketiga diantara kita.        ...

SEPERTI KITA SAYANG

Ternyata, Tuhan itu memang luar biasa Menjadikan definisi bahagia menjadi sangat sederhana Seperti kita, Sayang Kamu tau kenapa? Lihatlah! Apa-apa yang tidak terduga, dijadikan nya maha karya istimewa Seperti kita, Sayang Dua hal ganjil yang ahirnya saling menggenapkan Dua jiwa yang berbeda tapi kini selalu ingin bersama Dua hati yang sempat putus asa, tapi kini bertukar rasa Tuhan memang luar biasa Hujan waktu itu, digantinya dengan pelangi serba lucu Langit gelap mengangkasa, digantinya dengan purnama warna indah Iya, itu semua Tuhan wujudkan dalam bentuk kamu sayang Kamu pelangiku, Kamu purnamaku Aku heran, kenapa kamu yang Tuhan kirimi Padahal, kita hanya seperti ruang kosong yang tidak akan saling mengisi Lucunya, sekarang kita bisa saling memuja Disaat kita tau masing-masing dari kita tidak sempurna Aku tidak ingin menyimpulkan apa-apa Soal alasan Tuhan mempercayaimu menemukanku Tapi yang pasti aku yakini Kamu adalah orang yang aku cin...