Ada malam yang terasa panjang untuk dia yang menahan amarah di ujung dada Berusaha tidak dijamah agar tetap anggun namun kacau hampir membuatnya gila Tidak terdengar belum tentu tidak bersuara Tidak berisik belum tentu tidak gemerisik Kalau ditanya siapa yang paling pandai menyembunyikan? Jawabannya tentu aku Tersembunyi, bersembunyi, hingga menjadi busuk menusuk rusuk Sadar betul aku merugi jika terus-terusan begini Tapi sadar saja tidak cukup Predikat bodoh sudah menjadi nama tengah untukku yang tak bisa menyelarasakan hati dan pikir Rasa-rasanya tidak ada yang ingin menjadi aku Rasa-rasanya sekali dua menjadi tiada lebih bahagia Lihat! Baru saja aku menunjukkan sisi bodohku Lemah Tidak Sepi Itu aku Sepi di dalam kebodohanmu Membudak di dalam pikiranmu